Close Menu
    You might be like

    Cara Membuat Bootable Linux Dengan Aplikasi BalenaEtcher

    January 12, 2025

    Login Email Di Thunderbird Dengan IMAP/POP Zoho Webmail

    November 29, 2025

    Cara Menjalankan Appium Inspector Di Linux Ubuntu

    February 28, 2025

    Cara Mengubah URL Folder wp-content WordPress

    December 30, 2024

    Cara Membuat Webmail Pribadi Dengan Nama Domain Anda Sendiri Di Cpanel

    January 12, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Steam
    • Tutorial
    • Design
    • Teknologi
    • Games
    Facebook X (Twitter) Instagram Steam
    EriscooEriscoo
    • Home
    • Category
      • Linux
      • Tips
      • Tutorial
    • Linux

      Cara Untuk Testing Performance VPS Linux

      December 12, 2025

      Connect SSH Ke VPS Dengan Terminal Linux

      December 2, 2025

      Cara Menjalankan Appium Inspector Di Linux Ubuntu

      February 28, 2025

      Cara Mematikan Auto Update Di App Center Linux Ubuntu

      January 13, 2025

      Cara Install Docker Di Linux Ubuntu

      January 10, 2025
    • Authors
    EriscooEriscoo
    Home»Linux»Cara Untuk Testing Performance VPS Linux
    Linux

    Cara Untuk Testing Performance VPS Linux

    Erisco BertoBy Erisco BertoDecember 12, 2025Updated:December 12, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    Memilih Virtual Private Server (VPS) Linux adalah langkah krusial dalam menjamin keandalan dan kecepatan aplikasi atau website kita. Namun, spesifikasi di atas kertas seringkali tidak menceritakan keseluruhan cerita.

    Di pasar hosting yang kompetitif, banyak provider menggunakan istilah seperti “SSD Super Cepat” atau “CPU Dedicated Berkapasitas Tinggi.” Padahal, realitas kinerja sebuah VPS sangat bergantung pada infrastruktur host yang digunakan, seberapa padat server diisi (overselling), dan teknologi virtualisasi yang diterapkan (misalnya, KVM, OpenVZ, atau Xen). Kinerja yang buruk dapat menyebabkan waktu loading yang lambat, kegagalan database, dan pada akhirnya, kerugian bagi user atau pengguna VPS itu sendiri.

    Untuk memastikan kita benar-benar mendapatkan kinerja yang kita bayar, pengujian performa secara mandiri adalah hal yang wajib dilakukan. Pada artikel kali ini saya akan menulis langkah-langkah praktis dan tools esensial untuk mengevaluasi secara akurat performa CPU, disk I/O, dan kecepatan jaringan VPS Linux kita.

    Table of Contents
    • Benchmark VPS Dengan Bench.sh
    • Analisis Hasil Bench.sh
      • Informasi Sistem (System Information)
      • Pengujian Kecepatan CPU (CPU Benchmark)
      • Pengujian Disk I/O (Disk Input/Output Speed)
      • Pengujian Kecepatan Jaringan (Network Speed)
    • Penutup

    Benchmark VPS Dengan Bench.sh

    Bench.sh adalah script shell yang dirancang untuk menjalankan serangkaian tes esensial secara otomatis hanya dalam satu perintah. Script ini sangat ideal untuk pengujian cepat awal dan memberikan summary yang mudah dibaca, meliputi tiga pilar utama kinerja VPS yang sudah kita singgung sebelumnya:

    • CPU Performance: Mengukur waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas komputasi.
    • Disk I/O Speed: Mengukur kecepatan read/write pada disk VPS (memeriksa klaim “SSD Super Cepat”).
    • Network Speed: Mengukur kecepatan download dari lokasi geografis yang berbeda (penting untuk mengetahui latensi jaringan).

    Cara Menggunakan Bench.sh

    Untuk menjalankan benchmark ini, kita hanya perlu masuk ke VPS melalui SSH dan menjalankan perintah sederhana berikut. Pastikan kita memiliki tool curl yang terinstal di sistem.

    wget -qO- bench.sh | bash

    Jika perintah di atas tidak bekerja gunakan perintah di bawah ini

    curl -Lso- bench.sh | bash

    Setelah perintah dijalankan, kamu akan melihat hasil benchmark disajikan secara rapi di layar. Kita akan mempelajari cara menganalisis dan menginterpretasikan hasil keluaran ini di segmen selanjutnya.

    Analisis Hasil Bench.sh

    Hasil keluaran dari Bench.sh disajikan dalam tiga bagian utama dan menyediakan ringkasan yang cepat untuk menilai performa VPS. Hasil dari perintah yang sudah kita jalankan akan menampilkan informasi seperti pada gambar di bawah ini

    Informasi Sistem (System Information)

    Bagian awal ini mengonfirmasi spesifikasi dasar yang dialokasikan ke VPS.

    • CPU Model & Cores: Memastikan jumlah core CPU yang disediakan sesuai dengan paket. Ini krusial untuk kinerja multitasking.
    • CPU Frequency: Kecepatan jam (clock speed) CPU. Angka ini memberikan indikasi potensi performa untuk tugas yang bersifat single-threaded.
    • RAM & Swap: Memeriksa alokasi memori utama dan memori swap.
    • Virtualization: Menunjukkan teknologi virtualisasi yang digunakan (KVM, OpenVZ, Xen). Verifikasi ini penting karena KVM menjanjikan sumber daya yang lebih terisolasi (dedicated).

    Pengujian Kecepatan CPU (CPU Benchmark)

    Bench.sh menjalankan tes komputasi dan mencatat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Contoh output: CPU (1-core): 5.109 sec.

    • Interpretasi: Waktu yang lebih rendah selalu mengindikasikan kinerja CPU yang lebih baik.
    • Analisis Kinerja: Jika waktu yang dihasilkan terasa sangat tinggi atau lambat dibandingkan benchmark CPU server standar lainnya, ini bisa menjadi tanda bahwa host server kelebihan beban (overloaded) atau adanya pembatasan (throttling) pada sumber daya CPU.

    Pengujian Disk I/O (Disk Input/Output Speed)

    Bagian ini menguji kecepatan read/write pada penyimpanan VPS dengan membaca dan menulis file sementara. Metrik ini adalah penentu utama responsivitas aplikasi.

    Pengujian Kecepatan Jaringan (Network Speed)

    Tes ini mengukur kecepatan download dari VPS ke berbagai node di seluruh dunia. Angka throughput (MB/s) yang tinggi dan konsisten adalah indikator koneksi yang baik.

    Dengan menganalisis empat area benchmark ini, kita dapat secara cepat menentukan apakah VPS memenuhi standar performa yang diharapkan.

    Penutup

    Setelah kita membahas cara ngulik VPS, mulai dari menjalankan script all-in-one Bench.sh, sampai menganalisis kecepatan I/O disk dan stabilitas jaringan, intinya begini: Jangan pernah percaya seratus persen pada klaim marketing provider hosting! Kita harus selalu memverifikasi sendiri, karena performa server yang oke itu adalah fondasi dari semua yang kita bangun entah itu website, database, atau aplikasi berat lainnya. Angka-angka yang kita dapat dari benchmark ini adalah bukti nyata, bukan sekadar janji.

    Jadi, sekarang kita tahu betul, apakah server yang kita bayar itu memang secepat kilat atau cuma jalan pelan. Jika hasilnya memuaskan, mantap! Server kita siap digeber. Jika tidak, minimal kita punya data valid untuk komplain atau mencari provider lain yang lebih jujur. Semoga panduan ini bermanfaat ya.

    vps
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleConnect SSH Ke VPS Dengan Terminal Linux
    Erisco Berto
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Hanya seseorang yang kesehariannya bergelut dengan dunia pengembangan software, penikmat internet dan juga hobby di desain grafis

    Related Posts

    Linux

    Connect SSH Ke VPS Dengan Terminal Linux

    December 2, 2025
    Appium

    Cara Menjalankan Appium Inspector Di Linux Ubuntu

    February 28, 2025
    Linux

    Cara Mematikan Auto Update Di App Center Linux Ubuntu

    January 13, 2025
    Subscribe
    Notify of
    guest

    guest

    0 Comments
    Oldest
    Newest Most Voted
    Inline Feedbacks
    View all comments
    Popular Now

    Cara Menjalankan Appium Inspector Di Linux Ubuntu

    February 28, 2025371 Views

    Login Email Di Thunderbird Dengan IMAP/POP Zoho Webmail

    November 29, 2025271 Views

    Cara Decrypt Private Key AWS Certificate Dengan OpenSSL

    December 1, 2025225 Views

    Cara Install Neofetch Di OpenSuse Linux

    November 14, 2025183 Views

    Cara Mematikan Auto Update Di App Center Linux Ubuntu

    January 13, 2025165 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    eriscoo

    Eriscoo.com adalah website pribadi yang menjadi sarana untuk membagikan cerita dan pengalaman sehari-hari author.
    Kritik & saran: dev@eriscoo.com

    DMCA.com Protection Status
    Random Post

    Cara Menjalankan Appium Inspector Di Linux Ubuntu

    February 28, 2025

    Cara Membuat Webmail Pribadi Dengan Nama Domain Anda Sendiri Di Cpanel

    January 12, 2025

    Cara Mengatasi WSL Update Failed Saat Menjalankan Docker Di Windows

    April 23, 2025
    Recent Posts
    • Cara Untuk Testing Performance VPS Linux
    • Connect SSH Ke VPS Dengan Terminal Linux
    • Cara Decrypt Private Key AWS Certificate Dengan OpenSSL
    • Login Email Di Thunderbird Dengan IMAP/POP Zoho Webmail
    • Cara Install Neofetch Di OpenSuse Linux
    © 2026 Eriscoo | All rights reserved.
    • About
    • Contact
    • Terms & Conditions
    • Privacy Policy

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    wpDiscuz